Ide Investigasi Tim Spotlight
Apasih yang ada di benak kalian jika mendengar
investigasi? Pasti sulit, ribet , takut ga berhasil? Minggu lalu saya dan teman
teman saya di suguhkan tontonan film oleh dosen di kelas, yang kita tonton yaitu
film Spotlight.
Menjadi wartawan investigasi sebuah pekerjaan yang
tidak mudah, bahkan bisa dikatakan pekerjaan ini sulit jika kita (jurnalis)
tidak sabar atau gegabah.
Saya mendapatkan banyak pelajaran setelah menonton
film spotlight, Film spotlight ini menceritakan mengenai bagaimana jurnalis
investigasi bekerja dan mendapatkan sebuah ide untuk dijadikan sebuah berita
investigasi. Film tersebut bercerita mengenai salah satu perusahaan media yang
bernama “The Boston Globe” di perusahaan tersebut terdapat tim yang di
khususkan untuk mencari berita – berita investigasi. Pada saat itu The Boston
Globe ingin mengangkat salah satu berita yang sudah lama tidak di teruskan
yaitu berita mengenai plecehan anak – anak di bawah umur yang bertahun tahun tak
kunjung terungkap. Dengan mengangkat berita tersebut Tim dari perusahaan The
Boston Globe ingin menaikkan minat baca masyarakat yang saat itu sedang
mengalami penurunan. Dan akhirnya merekapun mengangkat kasus itu untuk dijadikan berita investigasi.
Banyak orang yang menyebut Spotlight sebagai film
yang dibuat sebagai “bukti kasih sayang” untuk jurnalisme. Dan banyak orang
juga yang berpendapat, Spotlight sukses dalam menggambarkan hal-hal yang
terjadi sehari-hari di dalam dunia jurnalistik dengan apa adanya. Mulai dari
pengungkapan fakta yang melelahkan, diskusi panas antar editor mengenai berita
apa yang akan diangkat, dan kesabaran yang harus dihadapi oleh jurnalis ketika
berhadapan dengan narasumber yang memiliki kepribadian yang berbeda-beda.
Tiap anggota tim Spotlight mempunyai tugas dan
porsi masing masing ada yang menghubungi korban, terduga pelaku,
pengacara, bahkan pemimpin gereja katholik di Boston. Indepensi dipegang
erat sebagai wujud profesionalitas. Menolak untuk bekerja sama dengan pihak
mana pun. Selain itu, pekerjaan dilakukan secara sangat rahasia.
Bahkan teman sekantor pun tidak diberi tahu. Tidak ada yang boleh menghalangi
jurnalis dalam melakukan tugasnya. Hal ini dilakukan semata mata hanya untuk
kepentingan publik.
Kita bisa lihat dari film ini bahwa membuat berita
investigasi itu membutuhkan waktu yang sangat lama dan tidak mudah untuk
menyelesaikannya. Ketelitian dan kerja sama tim juga bisa menjadi salah satu faktor
susksesnya menyelesaikan investigasi ini. Tim spotlight ini harus benar –
benar observasi sedetail mungkin agar bisa mendapatkan suatu bukti yang akurat
dan dengan ketelitian. Tanggung jawab seorang jurnalis
adalah bagaimana menyampaikan berita – berita yang fakta dan tidak di tutup
tutupi kebenarannya, hal ini sudah tim spotlight lakukan saat membedah kasus
pelecehan anak laki – laki. Sehingga mereka bisa untuk mengungkap kebenaran
yang sebenarnya terjadi walupun harus melewati rintangan yang sangat sulit dan berliku liku. Setelah
kejadian tersebut tim spotlight banyak
sekali orang orang yang terkena korban pelecehan hampir setiap menit ada yang
menelpon ke perusahaan spotlight. Tidak hanya 80 korban melainkan lebih dari 80
korban yang memberanikan diri untuk melapor. Dengan kejadian tersebut, korban
yang dulunya meragukan bahwa tidak akan ada sebuah media yang bisa mengungkap atau
membantu memberitakan kasusnya ini akhirnya mereka sadar bahwa tidak semua
media tak bisa mengangkat kasus ini.
Kasus ini perlu diungkap ke publik untuk setidaknya menghentikan tindak pelecehan seksual berkedok agama yang dilakukan oleh pastur karena kasus ini adalah sebuah kebiasaan yang dibiarkan dan terjadi turun temurun sejak dahulu. Hal ini juga menyangkut kepentingan publik, agar masyarakat lebih berhati–hati. Menyangkut juga keberlangsungan hidup korban serta rasa aman dan trauma untuk si korban.
Dari film ini
kita mendapatkan beberapa pelajaran, mulai dari proses investigasi yang
dilakukan dalam membongkar skandal kekerasan seksual terhadap anak-anak
usia dini. Yang mana sangat tersistematis sampai pada metode untuk mendapatkan
informasi yang lengkap. Dan di lanjutkan eksekusi.
Cara yang
dilakukan di dalam film ini mungkin kita bisa gunakan untuk membongkar kasus-kasus
besar seperti korupsi maupun kasus pencabulan anak di Indonesia.
Karena menurut saya di indonesia sendiri kasus pencabulan dan kekerasan seksual
terhadap anak-anak terutama wanita masih sangat tinggi. Walaupun sering kali menghiasi
media masa kita, namun kadang tak kunjung selesai. Yang terjadi hanyalah kasus
yang diliput cenderung berlarut-larut dan pada akhirnya menghilang bak di telan
bumi.

Komentar
Posting Komentar